Senin, 06 April 2015

Indikator 19: Sistem Eskresi

SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi proses-proses biologis berupa pembongkaran dan penyusunan (metabolisme). Metabolisme akan menghasilkan zat yang berguna bagi tubuh dan zat-zat sisa yang tidak digunakan tubuh. Sisa hasil metabolisme dikeluarkan melalui alat-alat pengeluaran.
Apabila sisa hasil metabolisme tersebut tidak dikeluarkan maka dapat menyebabkan tubuh keracunan. Zat-zat sisa yang dikeluarkan tubuh antara lain karbon dioksida (CO2), amonia (NH4), dan air (H2O). Proses pengeluaran sisa metabolisme yang tidak berguna tersebut disebut ekskresi. Ekskresi melibatkan alat-alat khusus dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem ekskresi. Setiap makhluk hidup memiliki alat ekskresi yang berbeda-beda. Kalian akan mempelajarinya pada bab ini.
Sistem ekskresi sangat berperan penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh (homeostatis) dengan cara osmoregulasi dan juga berperan dalam pengeluaran sisa metabolisme tubuh yang sudah tidak digunakan lagi. Osmoregulasi, yaitu mekanime untuk mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel atau cairan tubuh. Sistem eksresi pada manusia disusun oleh empat organ ekskresi yaitu paru-paru, hati, ginjal, dan kulit
1. Alat-Alat Ekskresi Pada Manusia
A. Ginjal
Manusia mempunyai sepasang ginjal. Ginjal manusia dewasa memiliki berat lebih kurang 200 gram dan panjang 10 cm. Ginjal berbentuk seperti kacang merah dan berwarna merah tua, karena mengan dung banyak kapiler darah. Organ ini terletak di dalam ronga perut bagian belakang agak ke atas.
  
Ginjal manusia terbagi atas dua lapisan, yaitu korteks (luar) dan medula (dalam). Pada lapisan korteks ginjal, terdapat satuan struktural dan fungsional terkecil yang disebut nefron. Satu buah ginjal manusia mengandung kurang lebih 1 juta nefron.
Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi (badan renalis) yang tersusun dari kapsul Bowman dan glomerulus.  Kapsul Bowman berdinding rangkap dengan glomerulus di dalam cekungan kapsulnya. Glomerulus merupakan untaian pembuluh kapiler darah yang dindingnya bertaut menjadi satu dengan dinding kapsul Bowman. Sementara itu, tubulus-tubulus yang menyusun nefron adalah tubulus proksimal, tubulus distal, dan tubulus pengumpul/kolektipus yang dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler ini dinamakan arteriol eferen yang meninggalkan glomerulus menuju vasa rekta. Vasa rekta merupakan kapiler yang mengelilingi lengkung Henle. Adapun pembuluh darah kapiler yang menuju glomerulus dinamakan arteriol aferen. Arteriol ini banyak menyuplai darah bagi glomerulus.
Pada lapisan medula ginjal terdapat lengkung Henle. Lengkung Henle merupakan saluran ginjal atau tubulus yang menghubungkan antara tubulus distal pada daerah korteks dengan tubulus proksimal. Saluran lengkung Henle ini ada yang menurun dan menaik. Orang dewasa memiliki panjang seluruh tubulus lebih kurang 7,5-15 m.
Pada lapisan medula juga terdapat tubulus kolektipus yang mengalirkan zat sisa metabolisme (urine) menuju ureter. Ginjal mengendalikan potensial air darah yang mele watinya. Substansi yang menyebabkan ketidakseimbangan potensi air pada darah akan dipisahkan dari darah dan diekskresikan dalam bentuk urine. Sebagai contoh adalah sisa nitrogen hasil pemecahan asam amino dan asam nukleat.


Proses Pembentukan Urine
Proses pembentukan urine terjadi di tiap-tiap nefron pada ginjal, melalui tiga proses, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi.
1) Filtrasi
Filtrasi adalah penyaringan darah yang dibawa arteri aferen ke dalam struktur nefron yang berupa kapsula bowman. Hasil filtrasi berupa urin primer. Filtrasi merupakan langkah pertama dalam proses pembentukan urine. Dua faktor utama yang memungkinkan terjadinya filtrasi adalah struktur glomerulus (kumpulan kapiler darah) yang sangat berpori dan tekanan darah di glomerulus yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan di kapiler-kapiler tubuh lain.
Dalam proses ini, darah dalam glomerulus yang mengandung air, garam, gula, urea dan zat-zat lain akan melewati pori glomerulus, kecuali yang bermolekul besar seperti sel darah merah dan protein. Hasil penyaringan (filtrat), ditampung dalam kapsul Bowman dan disebut filtrat glomerulus atau urine primer. Jadi, cairan yang berada pada kapsul Bowman sama dengan cairan darah dikurangi sel darah merah dan molekul protein. Dalam keadaan normal, akan diproduksi 125 cc/menit cairan filtrat dari kedua ginjal.
2) Reabsorpsi
Reabsorpsi merupakan proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna yang terdapat pada urine primer. Filtrat glomerulus/urine primer yang dihasilkan dari proses filtrasi masih mengandung bahanbahan yang berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam-garam, asam amino, dan air. Oleh karena itu, bahan-bahan tersebut harus diserap kembali ke dalam darah untuk dapat digunakan oleh tubuh. Proses reabsorpsi terjadi selama filtrat melalui tubulus nefron yang dikelilingi. Urin primer akan memasuki tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dantubulus kontortus distal. Pada saluran-saluran tersebut terjadi proses reabsorpsi. Reabsorpsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Hasil reabsorpsi berupa urin sekunder.
3) Augmentasi
        Urin sekunder yang berada dalam tubulus kontortus distal akan mengalami augmentasi. Augmentasi yaitu penambahan zat-zat seperti urea dan zat warna ke dalam urin sekunder sehingga dihasilkan urin sebenarnya. Urin sebenarnya akan ditampung dalam tubulus kolektifus dan akan terus mengalir melalui uretra menuju kandung kemih. Di sini, urin akan ditampung sampai muncul hasrat untuk buang air. Urin akan melewati ureter dan akhirnya dibuang ke luar tubuh.

B. Paru-paru
Dalam sistem eksresi paru-paru berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan uap air. Karbon dioksida dan uap air dari dalam jaringan tubuh akan berdifusi ke pembuluh darah. Selanjutnya, zat-zat tersebut akan berdifusi ke alveolus dan pada akhirnya dikeluarkan melalui rongga hidung ke udara luar.
Paru-paru memiliki fungsi utama sebagai alat pernapasan. Akan tetapi, karena mengekskresikan zat sisa metabolisme maka dibahas pula dalam sistem ekskresi. Karbon dioksida dan air hasil metabolisme di jaringan diangkut oleh darah lewat vena untuk dibawa ke jantung, dari jantung akan dipompakan ke paru-paru untuk berdifusi di alveolus. Selanjutnya, H2O dan CO2 berdifusi atau dieksresikan ke alveolus paru-paru karena pada alveolus bermuara banyak kapiler yang mempunyai selaput tipis.
Karbon dioksida dari jaringan, sebagian besar (75%) diangkut oleh plasma darah dalam bentuk senyawa HCO3, sedangkan sekitar 25% lagi diikat oleh Hb yang membentuk karboksihemoglobin (HbCO2).

`           C.Kulit
        Kulit merupakan organ manusia yang paling berat dan paling luas. Kulit berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme tubuh dalam bentuk keringat. Keringat ihasilkan oleh kelenjar keringat. Kelenjar keringat menyerap zat sisa metabolisme dari dalam pembuluh darah yang berada di sekitar kelenjar keringat. Keringat dikeluarkan dari dalam tubuh melalui pori-pori kulit.
Kulit merupakan lapisan terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari kerusakan/pengaruh lingkungan. Kulit berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan-kerusakan fisik akibat gesekan, penyinaran, kuman-kuman, panas, zat kimia, dan lain-lain. Selain itu, kulit juga berfungsi untuk mengurangi kehilangan air, mengatur suhu tubuh, menerima rangsang dari luar, dan ekskresi. Sebagai alat ekskresi, kulit terutama mengeluarkan limbah metabolism berupa garam-garam (terutama garam dapur) dan sedikit urea, yang dibuang melalui pengeluaran keringat. Dari kapiler darah yang terdapat pada kulit, kelenjar keringat akan menyerap air dan larutan garam serta sedikit urea. Air beserta larutan garam dan urea yang terlarut kemudian dikeluarkan melalui pembuluh darah ke permukaan kulit tempat air diuapkan dan merupakan penyerap panas tubuh kita.
Kulit terdiri atas lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang disebut dermis. Lapisan luar berlapis-lapis terdiri atas korneum yang mati dan selalu mengelupas, stratum lucidumstratum granulosum yang mengandung pigmen, dan stratum germinativum yang terusmenerus membentuk sel-sel baru ke arah luar. Di bawah lapisan epidermis, terdapat dermis yang mengandung akar rambut, pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Di bawah dermis terdapat lapisan lemak yang bertugas menghalangi pengaruh perubahan suhu di luar tubuh.
Aktivitas kelenjar keringat ada di bawah pengaruh pusat pengatur suhu badan dan system saraf pusat. Sistem ini dirangsang oleh perubahanperubahan suhu di dalam pembuluh darah, kemudian rangsangan dipindahkan oleh saraf simpatetik menuju kelenjar keringat. Oleh karena itu, jumlah kandungan larutan ataupun banyaknya keringat yang dikeluarkan selalu berbeda, semuanya ditujukan agar suhu badan selalu tetap. Pengeluaran keringat yang berlebihan, seperti pada orang-orang yang bekerja keras akan menyebabkan lebih cepat merasa haus dan sering mengalami “lapar garam”. Demikian pula orang yang terkena terik matahari, keringat yang keluar akan banyak mengandung larutan garam. Kehilangan garam-garam dari larutan darah ini dapat menimbulkan kejang-kejang dan pingsan.

D.Hati
Hati berfungsi menetralkan dan membersihkan zat-zat racun dalam tubuh. Penetralan tubuh dilakukan menggunakan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati itu sendiri. Cairan empedu merupakan hasil perombakan eritrosit dan hemoglobin yang sudah tua.
Pada tubuh manusia, hati merupakan kelenjar besar yang memiliki peranan penting dalam sistem organ. Hati terletak pada bagian kanan di atas rongga perut (otot diafragma). Beratnya sekitar 1,5 kg atau 3-5% dari total berat tubuh kita.
Pada bagian luar hati terdapat suatu selaput tipis yang dinamakan selaput hati (kapsula hepatis). Darah disuplai ke dalam hati melalui dua pembuluh yaitu arteri hati dan vena porta hepatis. Arteri hati membawa darah dengan kandung an oksigen dari jantung. Sedangkan vena porta membawa darah yang mengandung sari makanan dari usus halus. Selain berperan dalam proses pencernaan makanan, hati juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Zat yang dikeluarkan dari hati adalah cairan empedu. Cairan empedu merupakan cairan berwarna hijau kebiruan yang berfungsi dalam mencerna makanan berlemak. ini disimpan dalam suatu bagian yang disebut kantung empedu. Zat-zat yang terkandung dalam cairan empedu yakni garam mineral, pigmen (bilirubin dan biliverdin), kolesterol, fosfolopid, dan air.
Di dalam hati terdapat sel yang berfungsi merombak sel darah merah yang sudah tua dan rusak. Sel yang demikian dinamakan sel histiosit. Sel darah merah yang tua dan rusak di dalam hati sekitar lebih dari 10 juta sel. Dalam proses perombakannya, hemoglobin (Hb) dipecah menjadi zat besi (Fe), hemin, dan globin. Zat besi akan diambil dan di simpan dalam hati, yang selanjutnya dikembalikan ke sumsum tulang sehingga terbentuk eritrosit baru. Globin akan dibentuk menjadi Hb baru. Sementara hemin dipecah menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru. Zat warna empedu dikeluarkan ke usus 12 jari dan dioksidasi menjadi urobilin yang berwarna kuning coklatan. Warna ini akan memberikan warna khas tersendiri pada feses dan urine yang kita keluarkan setiap harinya. Apabila terjadi gangguan, pembuluh empedu dapat mengalami penyumbatan. Penyebabnya adalah adanya pengendapan kolesterol yang membentuk batu empedu. Alhasil, feses yang keluar berwarna cokelat abu-abu. Oleh karena pembuluh empedu mengalami penyumbatan, empedu akan masuk ke dalam peredaran darah, sehingga mengakibatkan darah berwarna kekuning-kuningan. Keadaan demikian lazim dinamakan penyakit kuning.
Organ hati dapat pula menghasilkan enzim arginase. Enzim arginase merupakan enzim yang berperan dalam proses penguraianasam amino. Prosesnya dinamakan deaminasi. Asam amino yang diuraikan yakni asam amino arginin menjadi ornitin dan urea. Ornitin akan mengikat amonia dan karbondioksida yang bersifat racun. Selanjutnya ornitin akan dinetralkan dalam hati. Adapun urea akan diserap ginjal untuk dikeluarkan bersama urine. Dengan demikian, dari penjelasan di atas ada beberapa fungsi hati bagi tubuh manusia. Fungsi itu antara lain penyimpan lemak dalam bentuk glikogen, perombak dan pembentuk protein, penawar racun pada makanan, dan perombak sel darah merah.



2.Gangguan pada sistem eksresi manusia
·          Hepatitis: Peradangan pada hati yang dapat diakibatkan oleh mengonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan dosis tinggi, atau infeksi virus hepatitis.
·         Kusata: Infeksi pada kulit karena infeksi bakteri Mycobacterium leprae.
·         Nefritis: Radang pada ginjal yang ditandai dengan adanya albumin dalam urin.
·         Diabetes melitus: Terdapatnya gula dalam urin. Diabetes mellitus diakibatkan kurangnya produksi insulin.
·         Diabetes insipidus: Reabsorpsi air berjalan lambat karena gangguan produksi ADH oleh hipofisis. Oleh karena itu, penderita diabetes insipidus sering buang air kecil. 


Soal Latihan:

1. Zat sisa metabolisme berupa cairan empedu dikeluarkan melalui . . . .
A. Kulit
B. Ginjal
C. Paru-paru
D. Hati
E. Pankreas

2. Fungsi ginjal yang utama adalah . . . .
A. Menyaring karbon dioksida
B. Menyaring plasma darah
C. Mengeluarkan keringat
D. Mengeluarkan cairan empedu
E. Mengeluarkan darah

3. TBC merupakan kelainan paru-paru yang dapat disebarkan melalui cara berikut, kecuali . . . .
A. Cairan ludah yang keluar saat batuk
B. Menggunakan masker bergantian dengan penderita
C. Menggunakan alat makan bergantian dengan penderita
D. Menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita
E. Tidak ada jawaban

4. Urea merupakan zat sisa yang dibuang melalui urin. Pembentukan urea berlangsung di . . .
A. Kulit
B. Ginjal
C. Paru-paru
D. Hati
E. Pankreas

5. Zat berikut yang mudah masuk ke urin dan diserap kembali ke darah adalah . . . .
A. Albumin
B. Fibrinogen
C. Protein
D. Glukosa
E. Sukrosa

6. Fungsi utama pengeluaran keringat adalah membuang . . . .
A. Garam
B. Panas
C. Air
D. Urea
E. Lemak

7. Satuan unit terkecil di ginjal yang bertugas membentuk urin adalah . . . .
A. Kapsula Bowman
B. Glomerulus
C. Tubulus
D. Nefron
E. Ginjal

8. Pada saat orang berkeringat berlebih maka terbentuk urin yang . . . .
A. Sedikit dan pekat
B. Sedikit dan encer
C. Banyak dan pekat
D. Banyak dan encer
E. Sedikit dan kering

9. Pada manusia yang sehat, ginjal berfungsi untuk menyaring darah. Zat berikut yang ada dalam darah dan urin primer, namun tidak ada di urin sekunder adalah . . . .
A. Urea
B. Garam
C. Glukosa
D. Urobilin
E.Sentromer

10. Reabsorpsi ion kalsium di tubulus kolektivus ginjal dibantu oleh hormon . . . .
A. Antidiuretika
B. Aldosteron
C. Paratiroid
D. Insulin
E.Kreatin

11. Penderita diabetes insipidus (banyak buang urin) dapat disebabkan oleh . . . .
A. Kelebihan hormon antidiuretika
B. Kekurangan hormon antidiuretika
C. Kelebihan hormon insulin
D. Kekurangan hormon insulin
E.Tidak ada jawaban yang benar

12. Bilirubin merupakan zat sisa hasil pembongkaran . . . .
A. Hemoglobin di hati
B. Protein di hati
C. Hemoglobin di kantong empedu
D. Protein di kantong empedu
E.Lemak di pankreas

13. Zat berikut kadarnya lebih tinggi di urin dibanding di plasma darah, kecuali . . . .
A. Urea
B. Kreatinin
C. Bilirubin
D. Glukosa
E. Kantung kemih

14. Adi mengalami gangguan kesehatan, yaitu sering buang air kecil. Menurut dokter, adi mengalami gangguan yang disebabkan oleh gagalnya kelenjar hipofisis menyekresikan ADH sehingga ekskresi urine meningkat. Gangguan yang dialami oleh Adi disebut..
A. Nefritis
B. Albuminuria
C. Kencing batu
D. Diabetes insipidus
E. Diabetes melitus

15. Nefritis adalah gangguan pada sistem eksresi yang disebabkan oleh. . .
A. Kekurangan hormon antidiuretik
B. Saluran air tersumbat CaCO3
C. Infeksi bakteri Streptococcus
D. Pengerasan pembuluh darah pada ginjal
E. Pengendapan garam-garam mineral
Pembahasan:

1. Jawaban: B
Cairan empedu merupakan sisa metabolisme di hati. Cairan empedu berisi bilirubin dan biliverdin yang merupakan hasil pembongkaran hemoglobin dalam sel darah merah. Hemoglobin ini dibongkar menjadi zat besi (Fe), globin, dan hemin. Hemin inilah yang akan diubah menjadi bilirubin dan biliverdin. Cairan empedu dibuang melalui ginjal dan anus. Bilirubin merupakan pigmen yang menyebabkan urin dan tinja berwarna kuning.

2. Jawaban: B
Fungsi utama ginjal adalah menyaring plasma darah serta membuang zat-zat yang berlebihan dan zat sisa yang ada di dalam darah. Zat sisa yang tidak berguna dan zat-zat yang berlebih dibuang dalam bentuk urin. Mengeluarkan keringat adalah fungsi kulit. Mengeluarkan cairan empedu adalah fungsi hati.

3. Jawaban: D
TBC merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri dari penderita dapat tersebar ke orang lain melalui droplet yaitu cairan ludah yang tersebar saat batuk/ bersin, menggunakan alat makan atau masker secara bersama dengan penderita. Untuk mencegahnya adalah menggunakan masker ketika berhadapan dengan penderita, menyediakan ventilasi ruangan sehingga sinar matahari dapat masuk dan sirkulasi udara berjalan baik.

4. Jawaban: D
Urea merupakan zat sisa hasil pembongkaran protein di hati. Protein dibongkar menjadi asam amino. Asam amino dibongkar menjadi amonium (NH3) dan karbon dioksida (CO2). Di hati, amonium dan karbon dioksida bereaksi membentuk urea.

5. Jawaban: D
Zat yang mudah masuk ke urin dari darah adalah zat yang berukuran kecil. Albumin, fibrinogen, dan globulin merupakan protein yang bermolekul besar sehingga tidak dapat masuk ke urin. Zat berguna yang dapat masuk ke urin dan diserap kembali ke darah adalah glukosa.

6. Jawaban: B
Fungsi utama pengeluaran keringat adalah membuang panas. Ketika panas tubuh meningkat, kelenjar keringat menyerap air dan garam dari kapiler darah untuk dikeluarkan ke permukaan kulit.
Dalam perjalanan dari pangkal kelenjar keringat ke permukaan kulit, keringat (air dan garam) akan menyerap panas. Kemudian keringat menguap dan panas dibuang ke lingkungan melalui permukaan tubuh.

7. Jawaban: D
Pembentukan urin di ginjal berlangsung dalam 3 tahap, yaitu filtrasi di badan Malpighi yang terdiri atas glomerulus dan kapsula Bowman, reabsorpsi di tubulus proksimal serta distal, dan augmentasi di tubulus distal. Jadi, pembentukan urin berlangsung dari glomerulus hingga tubulus yang disebut nefron.

8. Jawaban: A
Pada saat berkeringat berlebihan maka tubuh kekurangan cairan karena dehidrasi. Usaha tubuh untuk mengatasi kekurangan air adalah dengan mereabsorpsi (menyerap kembali) air yang sudah menjadi urin sehingga terbentuk urin yang sedikit dan pekat.

9. Jawaban: C
Zat di dalam darah yang masuk ke urin primer adalah: air, garam mineral, urea, urobilin, dan glukosa. Zat yang masih berguna akan diserap kembali (reabsorpsi) sebagian yaitu air dan garam mineral, atau diserap seluruhnya yaitu glukosa. Oleh karena itu, dalam urin sekunder sudah tidak mengandungglukosa lagi. Sedangkan zat yang tidak berguna akan dibuang melalui urin yaitu urea dan urobilin (zat warna empedu).

10. Jawaban: C
Reabsorpsi fakultatif dapat berlangsung di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus. Reabsorpsi fakultatif terjadi dengan bantuan hormon, misalnya reabsorpsi ion kalsium dibantu oleh hormon paratiroid, ion natrium dibantu oleh hormon aldosteron, dan reabsorpsi air dibantu oleh hormon antidiuretika (ADH).

11. Jawaban: B
Reabsorpsi fakultatif air dibantu oleh hormon antidiuretika (ADH). Pada orang yang kekurangan ADH, reabsorpsi air sedikit sehingga air dalam urin menjadi berlebih (banyak urin).

12. Jawaban: A
Bilirubin merupakan zat sisa hasil pembongkaran hemoglobin di hati. Hemoglobin yang ada dalam sel darah merah akan dibongkar oleh sel Kupffer yang ada di hati menjadi zat besi (Fe), globin, dan hemin. Hemin diubah menjadi bilirubin.

13. Jawaban: D
Zat sisa hasil metabolisme dibuang melalui urin. Kadar zat sisa dalam urin lebih tinggi dibanding di dalam plasma darah yaitu urea, kreatinin, dan bilirubin. Glukosa setelah masuk ke urin akan diserap kembali (reabsorpsi) dan masuk ke plasma darah.

14. Jawaban:D
Gangguan disebabkan oleh kegagalan kelenjar hipofisis dalam menyekresikan ADH sehingga eksresi urine semakin meningkat disebut dengan diabetes insipidus. Sementara itu, nefritis merupakan peradangan pada nefron karena infeksi bakteri Streptococcus dan mengakibatkan protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring. Albuminuria terjadi karena adanya albumin atau protein lain di dalam urine. Kencing batu merupakan gangguan pengeluaran air seni yang disebabkan oleh sering menahan buang air kecil, infeksi saluran kemih, dan kurang minum. Gangguan ini biasanya ditandai dengan keluarnya batu-batu kapur berukuran kecil ketika buang air kecil. Duabetes melitus yaitu terdapatnya glukosa dalam urine akibat kekurangan hormon insulin.

15. Jawaban: C
Nefritis adalah peradangan pada nefron karena bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan. Akibat peradangan ini, protein yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring sehingga keluar bersama urine. Nefritis kronis disertai dengan gejala tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah pada ginjal, serta rusaknya glomerulus dan tubulus. Adanya pengendapan garam-garam mineral sehingga saluran urine tersumbat CaCO3 merupakan indikasi terbentuknya batu ginjal. Kekurangan hormon antidiuretik mengakibatkan penyakit diabetes insipidus.


SUMBER
Avini Khairunisa, dkk. 2014. Bank Soal Super Lengkap BIOLOGI. Jakarta: Cmedia.
Wigati Hadi Omegawati, dkk. 2015. Detik-Detik Ujian Nasional BIOLOGI. Jakarta: Intan Pariwara.
Adip MS, dkk. 2014. Strategi dan Kupas Tuntas SKL UN Edisi Lengkap. Solo: Genta Smart.
Tim Grasindo. 2014. Super Jenius LULUS UN Biologi SMA/MA 2015. Jakarta: Grasindo.
Tim Studi Guru. 2014. Persiapan Menghadapi Ujian Nasional SMA IPA. Bandung: CV Pusaka Setia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar